Apakah akan aneh jika negara yang kamu tinggali memindahkan ibu kotanya?
Ya, itulah yang akan terjadi di Indonesia, di Asia Tenggara. Ibu kotanya saat ini adalah Jakarta. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, menyatakan bahwa keputusan memindahkan ibu kota ke lokasi baru adalah sebuah keputusan yang “penting” dan telah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo.

Namun, kenapa harus memindahkan ibu kota?
Jakarta adalah rumah bagi lebih dari 10 juta orang. Namun, kota ini tenggelam dengan kecepatan tertinggi di dunia. Jakarta terletak di pesisir dan di atas lahan rawa. Jakarta juga dilintasi tiga belas sungai.
Setengah dari Jakarta berada di bawah permukaan laut. Namun, kenapa?
Alasannya adalah banyak air tanah yang diambil untuk digunakan sebagai air minum dan mandi cuci. Hal ini menyebabkan Jakarta tenggelam lebih jauh ke dalam tanah. Peneliti menyatakan bahwa pada tahun 2050 – tiga puluh tahun lagi – sebagian besar wilayah Jakarta akan berada di bawah laut! Dalam sepuluh tahun terakhir, Jakarta sudah tenggelam sejauh 2.5 meter. Kecepatan tenggelam wilayah Jakarta rata-rata adalah 1-15cm pertahun. Lalu lintas Jakarta juga menjadi salah satu yang terburuk di dunia. Banyak pejabat publik yang harus dikawal dengan konvoi polisi untuk sekadar tiba tepat waktu pada rapat.

Jadi, kota mana yang akan menjadi ibu kota baru?
Saat ini, belum ada kota yang diumumkan akan menjadi ibu kota baru. Namun, ada beberapa kota yang menjadi pilihan utama. Media-media lokal menyatakan bahwa pilihan utamanya Palangkaraya di pulau Kalimantan.
Palangkaraya terletak beberapa ratus kilometer dari ibu kota saat ini, namun inilah tempat yang diinginkan penemu bangsa, Soekarno, untuk menjadi ibu kota Indonesia.

Pernahkah ada negara yang mengubah ibu kotanya?
Rusia adalah negara pertama yang memindahkan ibu kotanya dari Moskwa ke St. Petersburg.
St. Petersburg, dibangun oleh Peter the Great pada 1703, adalah ibu kota Rusia pada 1712-1918, sebelum dipindahkan ke Moskwa. Salah satu alasannya adalah Moskwa berada di pusat dan pemerintah Rusia menganggap Moskwa akan sulit diserang negara lain.
Pada 1960, Brazil membangun sebuah kota di Brasilia untuk menggantikan Rio de Jainero yang sudah terlalu padat.
Beberapa tahun kemudian, pada 1967, Pakistan memindahkan ibu kotanya dari Karachi di selatan ke Islamabad di utara. Pemerintah Pakistan memutuskan Islamabad lebih mudah untuk dicapai dari seluruh bagian negara, tidak seperti Karachi.
Pada 1991, Nigeria memindahkan ibu kotanya dari Lagos ke Abuja. Seperti Brazil, hal ini dilakukan untuk menghindari overpopulasi.

Jakarta memang menjadi kota yang mencerminkan Indonesia, namun sudah saatnya juga kota yang sudah tua ini melepaskan beban sebagai kota utama Indonesia dengan alasan-alasan yang dijabarkan di atas. Pemerataan pembangunan juga mungkin bisa mencapai berbagai wilayah yang mungkin tidak bisa terjangkau jika pusat pemerintahan terus berada di Jakarta. Selain itu, lokasi Jakarta yang rawan juga membuat Jakarta tidak akan bisa menampung beban lebih lama lagi.

Comment